SEPUTAR INFORMASI HOT DAN TER APIK

Tragis! Relawan Damkar Tewas Tersengat Listrik Saat Padamkan Kebakaran

TOPIK VIRAL – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, setelah seorang relawan pemadam kebakaran dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan. Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika relawan bersama tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran yang melanda sebuah rumah semi permanen di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, pada Senin, 29 Juni 2026, sekitar pukul 08.00 WITA.

Korban diketahui bernama Ahmad Ridhani, seorang relawan dari Damkar Bina Bersama Desa Sungai Turak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ahmad diduga tersengat aliran listrik setelah sebuah kabel listrik jatuh akibat robohnya tiang listrik di sekitar lokasi kebakaran.

Peristiwa tersebut tidak hanya merenggut nyawa seorang relawan yang tengah bertugas, tetapi juga menyebabkan satu relawan lainnya mengalami luka bakar. Korban luka segera dievakuasi menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa tugas relawan pemadam kebakaran tidak hanya berhadapan dengan kobaran api, tetapi juga berbagai risiko lain yang mengancam keselamatan, termasuk bahaya instalasi listrik yang rusak saat kebakaran berlangsung.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WITA. Api dengan cepat membesar dan melalap sebuah rumah semi permanen yang berada di kawasan permukiman warga.

Selain menghanguskan bangunan rumah, kobaran api juga membakar satu unit mobil minibus yang berada tidak jauh dari titik kebakaran. Besarnya api membuat warga sekitar segera meminta bantuan kepada relawan pemadam kebakaran serta petugas terkait.

Tidak lama setelah laporan diterima, puluhan relawan dari berbagai satuan pemadam bersama aparat terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Namun di tengah proses pemadaman itulah musibah lain terjadi.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tiang listrik di sekitar lokasi roboh akibat terdampak kebakaran maupun kondisi di lapangan. Akibatnya, kabel listrik jatuh ke area tempat para relawan melakukan pemadaman.

Korban diduga tidak menyadari masih adanya aliran listrik aktif ketika menjalankan tugasnya.

Akibat sengatan listrik tersebut, Ahmad Ridhani mengalami kondisi kritis dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara satu relawan lainnya mengalami luka bakar akibat insiden yang sama dan langsung mendapatkan pertolongan medis.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Ketua Predam Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hanif Tanjung, menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat mengalami kendala karena masih terdapat aliran listrik di lokasi.

Menurutnya, kobaran api baru dapat dipadamkan secara optimal setelah petugas memastikan pasokan listrik dihentikan.

Langkah tersebut dilakukan demi menghindari risiko yang lebih besar terhadap petugas maupun warga yang berada di sekitar lokasi.

Setelah listrik dipastikan padam, petugas gabungan melanjutkan proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Usai api berhasil dipadamkan, tim masih melakukan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Selain menelan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan kerugian material yang cukup besar.

Satu unit rumah semi permanen dilaporkan hangus terbakar.

Tak hanya itu, sebuah mobil minibus yang berada di lokasi juga ikut dilalap api hingga mengalami kerusakan berat.

Petugas bersama pemerintah setempat masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami korban.

Belum ada informasi resmi mengenai nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.

Proses pemadaman yang berlangsung di sekitar Jalan Trans Kalimantan sempat menyebabkan arus lalu lintas mengalami kepadatan.

Banyak kendaraan harus memperlambat laju karena aktivitas petugas pemadam, ambulans, serta masyarakat yang memadati lokasi kejadian.

Petugas kepolisian kemudian melakukan pengaturan lalu lintas agar proses evakuasi maupun pemadaman dapat berlangsung dengan aman.

Setelah situasi dinyatakan terkendali, arus kendaraan kembali berangsur normal.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa kebakaran bukan hanya menghadirkan ancaman berupa kobaran api.

Instalasi listrik yang rusak sering kali menjadi sumber bahaya tambahan, terutama ketika kabel terputus, tiang roboh, atau jaringan listrik masih aktif.

Dalam banyak kasus, petugas pemadam selalu berkoordinasi dengan pihak penyedia listrik agar aliran listrik segera diputus sebelum proses pemadaman dilakukan.

Langkah tersebut bertujuan meminimalkan risiko tersengat listrik, baik bagi petugas maupun masyarakat.

Karena itu, warga juga diimbau tidak mendekati lokasi kebakaran apabila terdapat kabel listrik yang menjuntai atau diduga masih beraliran listrik.

Relawan pemadam kebakaran memiliki peran yang sangat penting dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana kebakaran.

Di berbagai daerah, relawan sering kali menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi sebelum bantuan lainnya datang.

Mereka bekerja secara sukarela dengan risiko yang tidak kecil.

Selain menghadapi panasnya kobaran api, relawan juga berhadapan dengan kemungkinan bangunan roboh, ledakan tabung gas, asap beracun, hingga sengatan listrik seperti yang diduga terjadi dalam insiden di Hulu Sungai Utara.

Pengorbanan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, aparat bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran maupun kronologi lengkap insiden yang menyebabkan seorang relawan meninggal dunia.

Petugas juga masih mengumpulkan keterangan saksi, melakukan pendataan kerusakan, serta mengevaluasi aspek keselamatan di lokasi kejadian.

Sementara itu, masyarakat menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ahmad Ridhani yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dalam setiap proses penanganan kebakaran, khususnya terkait pengamanan jaringan listrik sebelum petugas melakukan pemadaman.

Di sisi lain, insiden tersebut juga menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi para relawan pemadam kebakaran yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran. Diharapkan hasil penyelidikan nantinya dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *