TOPIK NEWS – Pemerintah Indonesia dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan India untuk membeli sistem rudal supersonik BrahMos missile. Pengadaan sistem senjata tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang tengah dijalankan oleh pemerintah, khususnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan maritim nasional.
Informasi mengenai kesepakatan ini dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia kepada kantor berita Reuters pada Senin, 9 Maret 2026.
Meski pemerintah belum secara resmi mengumumkan nilai kontrak pembelian tersebut, sejumlah laporan menyebutkan bahwa nilai transaksi diperkirakan berada pada kisaran 200 juta hingga 350 juta dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp3,3 triliun hingga Rp5,9 triliun.
Bagian dari Program Modernisasi Alutsista
Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa kesepakatan pembelian rudal tersebut merupakan bagian dari program modernisasi peralatan militer yang tengah dijalankan Indonesia.
Menurutnya, langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan nasional, terutama dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia yang sangat luas.
“Kesepakatan ini merupakan bagian dari modernisasi peralatan militer dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim,” ujar Rico dalam keterangannya kepada Reuters.
Meski demikian, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait nilai kontrak maupun jadwal pengiriman sistem rudal tersebut.
Sementara itu, perusahaan pengembang rudal, BrahMos Aerospace, sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Indonesia telah berlangsung dalam tahap lanjut sejak beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, perusahaan tersebut menyatakan bahwa potensi nilai kontrak dengan Indonesia diperkirakan berada dalam kisaran ratusan juta dolar AS.
Rudal Supersonik yang Termasuk Tercepat di Dunia
BrahMos missile dikenal sebagai salah satu rudal jelajah supersonik tercepat yang saat ini digunakan dalam sistem persenjataan modern.
Rudal ini dikembangkan melalui kerja sama antara lembaga penelitian pertahanan India, Defence Research and Development Organisation (DRDO), dengan perusahaan militer Rusia NPO Mashinostroyenia.
Nama BrahMos sendiri berasal dari gabungan dua sungai besar di negara mitra pengembangnya, yakni Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia.
Sistem senjata ini mampu melaju dengan kecepatan sekitar Mach 2,8 hingga Mach 3, atau hampir tiga kali kecepatan suara. Kecepatan tersebut membuatnya sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Untuk versi ekspor, jangkauan rudal ini berkisar sekitar 290 kilometer. Namun, pengembangan terbaru memungkinkan varian tertentu memiliki jangkauan lebih dari 400 kilometer.
Selain kecepatan tinggi, rudal ini juga dirancang untuk terbang pada ketinggian rendah dengan tingkat presisi yang tinggi, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terdeteksi oleh radar musuh.
Fleksibilitas Peluncuran dari Berbagai Platform
Salah satu keunggulan utama sistem BrahMos adalah fleksibilitas dalam metode peluncurannya.
Rudal ini dapat ditembakkan dari berbagai platform militer, termasuk peluncur berbasis darat, kapal perang, kapal selam, hingga pesawat tempur.
Di India, sistem BrahMos telah dioperasikan oleh berbagai matra militer, termasuk angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara.
Kemampuan peluncuran dari berbagai platform ini membuat BrahMos menjadi salah satu sistem rudal yang sangat adaptif untuk berbagai skenario operasi militer, termasuk pertahanan pesisir dan serangan presisi jarak jauh.
Asia Tenggara Mulai Mengadopsi BrahMos
Sebelum Indonesia, negara Asia Tenggara yang lebih dulu mengadopsi sistem rudal ini adalah Filipina.
Pemerintah Filipina menandatangani kontrak pembelian BrahMos dengan India pada 2022 sebagai bagian dari penguatan pertahanan maritimnya.
Pengiriman sistem rudal tersebut mulai dilakukan pada 2024 dan ditempatkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan pesisir negara tersebut.
Langkah Filipina tersebut kemudian diikuti oleh minat dari beberapa negara lain di kawasan yang juga mempertimbangkan sistem rudal serupa untuk meningkatkan kemampuan pertahanan mereka.
Pentingnya Penguatan Pertahanan Maritim Indonesia
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas serta berada di jalur pelayaran internasional yang strategis.
Sejumlah jalur laut utama dunia melintasi wilayah Indonesia, termasuk Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar.
Keempat jalur tersebut merupakan rute penting bagi perdagangan global, termasuk distribusi energi dan logistik internasional.
Karena itu, menjaga keamanan perairan nasional menjadi salah satu prioritas utama dalam strategi pertahanan Indonesia.
Dengan kehadiran sistem rudal anti-kapal berbasis darat seperti BrahMos, kemampuan Indonesia dalam menjaga wilayah pesisir serta meningkatkan daya tangkal militer di kawasan diharapkan akan semakin kuat.
Meningkatkan Daya Tangkal di Kawasan
Pengadaan sistem senjata modern seperti BrahMos juga dinilai sebagai bagian dari strategi peningkatan daya tangkal militer Indonesia.
Daya tangkal atau deterrence menjadi elemen penting dalam strategi pertahanan modern. Kemampuan militer yang kuat dapat mencegah potensi ancaman dari pihak luar sekaligus menjaga stabilitas kawasan.
Para analis pertahanan menilai bahwa modernisasi alutsista menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan dinamika keamanan regional yang terus berkembang.
Namun demikian, pemerintah Indonesia juga menegaskan bahwa kebijakan pertahanan yang dijalankan tetap berlandaskan prinsip defensif dan bertujuan menjaga kedaulatan negara.















Leave a Reply