TOPIK VIRAL – Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di wilayah ibu kota. Kali ini bencana tersebut melanda kawasan Kebon Baru di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026). Longsor yang terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut menyebabkan enam bangunan rumah kontrakan dilaporkan hancur.
Peristiwa tersebut sempat terekam oleh kamera warga dan kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat bagaimana tanah yang berada di bawah bangunan secara perlahan bergerak sebelum akhirnya runtuh dan menyeret bangunan yang berada di atasnya.
Meski kerusakan yang terjadi cukup parah, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hal ini karena bangunan yang terdampak diketahui dalam kondisi kosong atau sudah lama tidak ditempati.
Hujan Picu Tanah Menjadi Labil
Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, tanah longsor dipicu oleh kondisi tanah yang menjadi tidak stabil setelah diguyur hujan.
Curah hujan dengan intensitas sedang yang turun di wilayah Jakarta Selatan sejak beberapa waktu sebelumnya menyebabkan tanah di lokasi tersebut menjadi jenuh air. Kondisi tersebut membuat daya ikat tanah melemah sehingga tidak lagi mampu menopang beban bangunan yang berada di atasnya.
Akibatnya, tanah yang berada di bawah pondasi bangunan mulai mengalami pergerakan hingga akhirnya longsor. Pergerakan tanah tersebut menyebabkan pondasi bangunan kehilangan penopang utama sehingga bangunan runtuh secara beruntun.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana faktor cuaca dapat memicu terjadinya bencana tanah longsor, terutama di kawasan yang memiliki kontur tanah tertentu.
Detik-detik Longsor Terekam Kamera Warga
Insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video amatir milik warga beredar di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terlihat tanah di sekitar bangunan mulai bergerak sebelum akhirnya longsor secara tiba-tiba.
Bangunan kontrakan yang berdiri di atasnya tampak ambruk dalam waktu singkat. Reruntuhan material bangunan terlihat menumpuk di bagian bawah area yang mengalami longsor.
Video tersebut menggambarkan betapa cepatnya peristiwa itu terjadi. Dalam hitungan detik, bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh berubah menjadi puing-puing.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat mengenai potensi bahaya yang dapat muncul di kawasan dengan kondisi tanah labil, terutama saat musim hujan.
Enam Bangunan Dilaporkan Hancur
Berdasarkan data awal dari BPBD DKI Jakarta, sebanyak enam bangunan rumah kontrakan dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat longsor tersebut.
Bangunan-bangunan tersebut berada di area yang sama sehingga ketika tanah di bawahnya bergerak, seluruh struktur bangunan ikut terdampak.
Sebagian besar bangunan tersebut runtuh hingga tidak dapat lagi digunakan. Material bangunan seperti tembok, atap, serta rangka bangunan terlihat berserakan di lokasi kejadian.
Kerusakan yang terjadi membuat area tersebut kini dipenuhi reruntuhan dan tanah longsoran yang menutupi sebagian kawasan sekitar.
Tidak Ada Korban Jiwa
Di tengah kerusakan yang cukup besar, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD memastikan bahwa deretan rumah kontrakan yang terdampak memang sedang tidak dihuni oleh warga.
Informasi ini menjadi kabar melegakan karena longsor yang terjadi cukup besar dan berpotensi menimbulkan korban jika bangunan tersebut sedang ditempati.
Meski demikian, kerugian material akibat kerusakan bangunan diperkirakan cukup signifikan.
Penanganan Darurat di Lokasi
Setelah menerima laporan kejadian, petugas dari BPBD bersama aparat setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan sterilisasi area untuk memastikan tidak ada warga yang berada terlalu dekat dengan lokasi longsor.
Petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Selain itu, garis pengaman telah dipasang di sekitar area kejadian untuk mencegah warga mendekati titik longsor yang masih berpotensi mengalami pergerakan tanah.
Imbauan untuk Warga Sekitar
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama kondisi cuaca masih tidak menentu.
Warga yang tinggal di area dengan kemiringan tanah tertentu atau di dekat bantaran diminta untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Jika terlihat adanya retakan pada tanah atau bangunan, warga disarankan segera melaporkan kepada aparat setempat atau pihak berwenang agar dapat segera ditangani.
Langkah kewaspadaan ini penting untuk mengurangi risiko terjadinya korban jika bencana serupa kembali terjadi.
Ancaman Longsor di Musim Hujan
Peristiwa longsor di Kebon Baru ini kembali mengingatkan bahwa kawasan perkotaan pun tidak sepenuhnya bebas dari ancaman bencana alam.
Meski sering dikaitkan dengan wilayah perbukitan atau daerah pegunungan, tanah longsor juga dapat terjadi di kawasan perkotaan jika kondisi tanah dan lingkungan memungkinkan.
Curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat membuat tanah menjadi jenuh air dan kehilangan kekuatan untuk menopang struktur di atasnya.
Selain faktor alam, kondisi tata ruang dan pembangunan juga dapat memengaruhi tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap longsor.
Pentingnya Mitigasi Bencana
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya upaya mitigasi bencana di kawasan perkotaan. Pemerintah daerah bersama masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.
Pemetaan wilayah rawan longsor, penguatan struktur tanah, serta pengawasan terhadap pembangunan di area berisiko menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan tanda-tanda awal potensi longsor seperti retakan tanah atau perubahan kontur lingkungan.
Waspada Potensi Longsor Susulan
Hingga saat ini, kondisi tanah di lokasi kejadian masih dipantau oleh petugas. BPBD menyebutkan bahwa tanah di titik longsor masih berpotensi bergerak karena tingkat kelembapannya yang tinggi.
Karena itu, warga di sekitar lokasi diminta untuk tidak mendekati area reruntuhan sampai situasi benar-benar dinyatakan aman.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menghindari risiko tambahan.
Peristiwa longsor di Kebon Baru Tebet ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap bencana harus selalu dijaga, terutama saat musim hujan yang kerap membawa berbagai potensi risiko bagi lingkungan perkotaan.













Leave a Reply