SEPUTAR INFORMASI HOT DAN TER APIK

Kapal KLM Nurul Salsa Tenggelam, 24 Penumpang Hilang

TOPIK VIRAL – Musibah pelayaran terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, setelah Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/7). Hingga pendataan terakhir, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 24 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kapal mengalami gangguan mesin saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar. Kerusakan tersebut membuat kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tenggelam di perairan barat Pulau Polassi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan lokasi tenggelamnya kapal berada sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.

“Kapal mengalami mati mesin sebelum akhirnya tenggelam di perairan barat Pulau Polassi,” ujar Muhammad Arif Anwar dalam keterangannya.

KLM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sekitar pukul 05.00 WITA. Namun, di tengah pelayaran kapal mengalami kerusakan mesin yang menyebabkan laju kapal terhenti.

Belum lama setelah mengalami gangguan, kapal dilaporkan tenggelam. Penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.

Usai menerima laporan, Basarnas Makassar segera mengaktifkan operasi pencarian dan penyelamatan dengan mengerahkan tim SAR gabungan menuju lokasi kejadian.

Proses pencarian melibatkan sejumlah unsur penyelamat yang menyisir area di sekitar titik tenggelamnya kapal untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.

Operasi SAR masih terus berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakteristik perairan di lokasi kejadian.

Di tengah operasi penyelamatan, Kapal Motor (KM) Harapan Kita yang melintas di jalur pelayaran tersebut berhasil menemukan sejumlah korban yang terapung di laut sekitar 18 mil laut dari lokasi kapal tenggelam.

Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita, termasuk awak kapal.

Sementara itu, enam korban lainnya diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Para korban kemudian dibawa menuju Pulau Polassi untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Berdasarkan data awal, total korban yang berhasil ditemukan mencapai 47 orang. Dari jumlah tersebut, 46 orang berhasil selamat, sedangkan satu penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Namun, setelah dilakukan pendataan ulang bersama pihak terkait, diketahui bahwa jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal mencapai 70 orang.

Artinya, hingga kini masih terdapat 24 orang yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Basarnas bersama instansi terkait terus mengoptimalkan upaya pencarian terhadap para korban yang masih hilang. Berbagai unsur penyelamat dikerahkan untuk meningkatkan peluang menemukan korban secepat mungkin.

Pihak berwenang juga terus melakukan pembaruan data manifest penumpang guna memastikan jumlah korban secara akurat, sekaligus menghindari perbedaan informasi yang beredar di masyarakat.

Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kabar dari proses pencarian yang hingga kini terus berlangsung.

Operasi SAR akan tetap dilanjutkan sesuai prosedur hingga seluruh korban berhasil ditemukan atau sampai dilakukan evaluasi lebih lanjut berdasarkan perkembangan di lapangan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *