SEPUTAR INFORMASI HOT DAN TER APIK

Siap Dibor hingga 2,2 Km, Gunung Ungaran Ditargetkan Pasok Listrik hingga 55 MW

TOPIK NEWS – Pengembangan energi terbarukan di Jawa Tengah memasuki tahapan baru. Pemerintah telah menetapkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber energi bersih di wilayah tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerbitkan Surat Keputusan (SK) WKP Gunung Ungaran yang kemudian diserahkan kepada PT PLN (Persero).

Proyek tersebut diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar US$300 juta atau setara Rp5,3 triliun. Setelah penetapan wilayah kerja, pengembangan Gunung Ungaran akan memasuki tahapan eksplorasi untuk membuktikan potensi panas bumi di bawah permukaan.

Salah satu tahapan penting dalam proyek ini adalah pengeboran eksplorasi dalam. Pemerintah berencana melakukan pengeboran dengan kedalaman sekitar 1.900 hingga 2.200 meter.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi serta Kabid EBTKE Dinas ESDM Jawa Tengah Dwi Suryono menyebut pengeboran tersebut direncanakan berlangsung pada akhir 2028 atau awal 2029.

Pengeboran dilakukan untuk mengetahui secara langsung potensi sumber panas bumi yang tersimpan di bawah kawasan Gunung Ungaran.

Hasil eksplorasi nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan kelayakan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di kawasan tersebut.

Jika potensi panas bumi dapat dikembangkan sesuai proyeksi, PLTP Gunung Ungaran diperkirakan mampu menghasilkan listrik sekitar 50 hingga 55 megawatt (MW).

Kapasitas tersebut diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar 4-5 persen terhadap total bauran energi terbarukan di Jawa Tengah.

Pengembangan panas bumi juga dinilai memiliki keunggulan karena dapat menghasilkan listrik secara relatif stabil. Berbeda dengan pembangkit surya dan angin yang produksinya dipengaruhi kondisi cuaca, pembangkit panas bumi dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Karakteristik tersebut membuat energi geothermal berpotensi menjadi salah satu sumber listrik yang mendukung sistem kelistrikan secara konsisten.

Wilayah kerja panas bumi Gunung Ungaran memiliki luas sekitar 29.800 hektare yang membentang di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal.

PLN saat ini disebut masih melakukan pemetaan untuk menentukan titik yang paling tepat bagi lokasi pengeboran eksplorasi.

Sejumlah kawasan yang disebut memiliki potensi antara lain berada di sekitar Candi Gedongsongo, Nglimut, dan Diwak, dengan wilayah konsesi terbesar berada di Kabupaten Semarang.

Penentuan titik pengeboran menjadi bagian penting dalam tahap eksplorasi karena lokasi tersebut harus mampu memberikan gambaran mengenai kondisi reservoir panas bumi yang berada di bawah permukaan.

Selain aspek teknis, keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang turut diperhatikan dalam pengembangan proyek.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan proses sosialisasi dan ruang dialog dengan masyarakat akan dilakukan secara terbuka sebelum kegiatan eksplorasi fisik dimulai.

Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi mengenai tahapan proyek, lokasi kegiatan, potensi dampak, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan panas bumi.

Dengan diterbitkannya SK WKP Gunung Ungaran, proyek ini kini memasuki fase penting sebelum pengeboran eksplorasi dilakukan.

Jika hasil eksplorasi membuktikan cadangan panas bumi sesuai dengan proyeksi, Gunung Ungaran berpotensi menjadi salah satu sumber listrik energi terbarukan yang memperkuat pasokan listrik sekaligus mendukung peningkatan penggunaan energi bersih di Jawa Tengah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *