TOPIK NEWS – Peristiwa tragis menimpa seorang warga Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, setelah dilaporkan hilang akibat diterkam buaya saat mandi di lokasi bekas tambang timah. Insiden ini kembali menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di kawasan perairan eks tambang yang kerap digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
Korban diketahui bernama Rusmanto (40), warga Jalan Murai, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Ia dilaporkan hilang pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah kolong atau lubang bekas tambang yang berada di wilayah Desa Cerucuk, Dusun Mempiuk, Kecamatan Badau.
Menurut informasi yang dihimpun dari laporan lapangan, peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah korban menyelesaikan aktivitasnya sebagai penambang timah jenis suntik. Lokasi kejadian diketahui berada di area Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP) milik PT Timah Tbk, yang selama ini memang dikenal memiliki banyak kolong bekas galian tambang.
Diserang Secara Tiba-Tiba
Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban tidak sendirian. Ia sedang mandi bersama rekannya, yang juga merupakan anak kandungnya sendiri. Situasi awal dilaporkan berjalan seperti biasa hingga tiba-tiba seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menyerang korban.
Serangan predator tersebut berlangsung sangat cepat. Korban disebut sempat berusaha menyelamatkan diri, namun buaya tersebut menyeretnya ke dalam air. Dalam hitungan detik, korban menghilang dari permukaan, meninggalkan saksi yang berada di lokasi dalam kondisi panik.
Peristiwa itu segera dilaporkan kepada warga sekitar dan aparat setempat. Informasi kemudian diteruskan kepada tim penyelamat untuk dilakukan pencarian.
Tim Gabungan Dikerahkan
Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim tersebut terdiri dari unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), kepolisian, serta pihak terkait lainnya.
Proses evakuasi dan pencarian dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 23.30 WIB di area kolong bekas tambang yang berada di Dusun Mempiuk, Desa Cerucuk. Kondisi medan yang gelap, air yang keruh, serta potensi keberadaan buaya menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan dan tepi kolong. Namun hingga kegiatan evakuasi berlangsung, proses pencarian membutuhkan kehati-hatian tinggi karena lokasi tersebut dikenal sebagai habitat satwa liar, termasuk buaya.
Risiko di Kolong Bekas Tambang
Kolong atau lubang bekas tambang merupakan fenomena umum di wilayah Bangka Belitung, terutama di daerah yang memiliki sejarah panjang aktivitas penambangan timah. Lubang bekas galian yang terisi air sering dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari mandi, mencuci, hingga memancing.
Namun di balik fungsinya yang dianggap praktis, kolong bekas tambang menyimpan berbagai risiko. Selain kedalaman yang tidak merata dan struktur tanah yang labil, perairan ini juga kerap menjadi habitat hewan liar, termasuk buaya.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kejadian serupa pernah dilaporkan di wilayah Bangka Belitung, di mana warga diserang buaya saat beraktivitas di sungai maupun kolong tambang. Kondisi ini menunjukkan bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar di kawasan tersebut semakin meningkat, terutama di wilayah yang dekat dengan habitat alami buaya.
Imbauan Kepolisian
Pihak Polres Belitung menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian yang menimpa korban. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama di lokasi bekas tambang yang memiliki potensi bahaya tinggi.
Imbauan tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang bekerja sebagai penambang atau yang kerap memanfaatkan kolong sebagai tempat mandi. Pihak berwenang juga mengingatkan agar masyarakat memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan menghindari area yang diketahui menjadi habitat satwa liar.
Dampak Sosial dan Psikologis
Peristiwa tragis seperti ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga keluarga yang ditinggalkan. Anak korban yang menyaksikan langsung kejadian tersebut dilaporkan mengalami syok dan trauma.
Kejadian yang berlangsung cepat dan di luar dugaan sering kali meninggalkan luka psikologis mendalam bagi saksi, terutama anggota keluarga. Dukungan dari keluarga besar, masyarakat, serta pihak terkait sangat dibutuhkan untuk membantu pemulihan kondisi mental para saksi.
Pentingnya Kesadaran Keselamatan
Para ahli keselamatan kerja dan lingkungan menilai bahwa edukasi mengenai risiko di kawasan tambang perlu terus ditingkatkan. Banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan kolong sebagai tempat mandi tanpa menyadari potensi bahaya yang ada, baik dari faktor alam maupun keberadaan satwa liar.
Selain itu, pengelolaan wilayah bekas tambang juga menjadi isu penting. Beberapa pihak mendorong agar lokasi kolong yang berbahaya diberi tanda peringatan atau pembatas untuk mencegah masyarakat beraktivitas di area tersebut.
Langkah preventif seperti sosialisasi, pemasangan papan peringatan, serta patroli rutin di area rawan dinilai dapat mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Kehidupan Penambang dan Risiko yang Dihadapi
Bagi sebagian warga Belitung, aktivitas menambang timah menjadi sumber penghidupan utama. Namun pekerjaan ini tidak lepas dari berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja hingga bahaya lingkungan seperti longsor dan serangan hewan liar.
Peristiwa yang menimpa Rusmanto menjadi gambaran nyata bahwa risiko tersebut tidak hanya terjadi saat proses penambangan, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari di sekitar area tambang.
Hal ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, baik bagi pekerja tambang maupun masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Penutup
Tragedi yang menimpa Rusmanto di kolong bekas tambang Desa Cerucuk menjadi peristiwa yang menggugah keprihatinan banyak pihak. Selain meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kejadian ini juga kembali menyoroti bahaya tersembunyi di kawasan perairan bekas tambang yang sering dianggap aman oleh masyarakat.
Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan menunjukkan kesigapan aparat dalam merespons laporan masyarakat. Namun di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan edukasi keselamatan bagi warga yang beraktivitas di lingkungan berisiko tinggi.
Dengan meningkatnya kesadaran dan langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan, sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman di masa mendatang.















Leave a Reply