TOPIK SPORT – Sebuah narasi mengenai suporter yang disebut mengambil potongan rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat Persib Bandung merayakan gelar juara kembali menjadi perbincangan di media sosial.
Unggahan tersebut memunculkan beragam komentar dari netizen. Sebagian mengaitkan kejadian yang disebut berlangsung ketika pesta juara dengan kondisi rumput GBLA yang belakangan kembali mendapat sorotan.
Namun, hingga kini, informasi mengenai siapa saja yang mengambil rumput, berapa banyak rumput yang dibawa, serta sejauh mana tindakan tersebut berdampak terhadap kondisi lapangan perlu dilihat berdasarkan bukti dan keterangan yang terverifikasi.
Narasi mengenai rumput GBLA yang diambil oleh sebagian suporter sebelumnya memang sempat beredar. Salah satu unggahan di media sosial menyebut aksi tersebut terjadi setelah Persib merayakan gelar juara pada 24 Mei 2025.
Unggahan lain juga mengaitkan kondisi rumput GBLA yang belum sepenuhnya pulih dengan aksi oknum Bobotoh yang turun ke lapangan dan mencabut rumput setelah perayaan juara.
Cerita tersebut kemudian kembali menjadi bahan pembicaraan setelah kondisi permukaan lapangan GBLA mendapat sorotan dalam pertandingan Persib pada September 2026.
Terlepas dari narasi viral tersebut, kondisi rumput GBLA memang menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir.
Persib sebelumnya telah melakukan upaya perbaikan kualitas lapangan. Manajemen klub pada Juni 2026 menyatakan rencana perbaikan mencakup penggantian rumput serta pembenahan media tanam agar kualitas lapangan meningkat.
Namun, proses perbaikan belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Pada Agustus 2026, Persib bahkan memilih Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue pertandingan play-off ACL Two melawan Manila Digger karena kondisi rumput GBLA masih membutuhkan pemeliharaan dan pemulihan.
Sorotan kembali muncul setelah laga Persib menghadapi PSM Makassar pada 6 September 2026. Sejumlah laporan menyebut permukaan lapangan terlihat tidak rata, sementara beberapa bagian rumput tampak mengelupas.
Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna media sosial kembali mengungkit cerita mengenai suporter yang mengambil rumput setelah pesta juara.
Bagi sebagian suporter, potongan rumput mungkin dianggap sebagai kenang-kenangan dari momen bersejarah. Namun, jika benar dilakukan dengan cara mencabut rumput lapangan, tindakan tersebut tentu berbeda dengan sekadar merayakan kemenangan di dalam stadion.
Meski demikian, penting untuk membedakan antara fakta bahwa narasi tersebut beredar dengan kesimpulan bahwa aksi tersebut menjadi penyebab kondisi rumput GBLA saat ini.
Belum ada data yang cukup dalam informasi yang beredar untuk menyimpulkan bahwa pengambilan rumput oleh suporter merupakan penyebab utama buruknya kondisi lapangan saat ini.
Kondisi terkini GBLA menunjukkan bahwa persoalan lapangan tidak sesederhana satu faktor.
Perbaikan rumput sebelumnya memang telah dilakukan dan bahkan menjadi bagian dari persiapan Persib menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Namun, kualitas lapangan masih menjadi sorotan setelah kembali digunakan untuk pertandingan.
Karena itu, diperlukan informasi yang lebih lengkap dari pihak pengelola stadion maupun pihak terkait mengenai penyebab kondisi rumput dan perkembangan proses perbaikannya.
Sementara itu, bagi publik, narasi mengenai suporter yang mengambil rumput saat pesta juara sebaiknya dipandang sebagai informasi yang masih perlu diverifikasi secara menyeluruh.
















Leave a Reply