TOPIK VIRAL – Rumah mode asal Prancis, Balenciaga, kembali menarik perhatian dunia fashion lewat salah satu koleksi terbarunya yang menggunakan material tak lazim.
Jika biasanya busana mewah identik dengan material berkualitas tinggi dan proses produksi eksklusif, kali ini Balenciaga justru menghadirkan busana berbahan dasar kardus.
Yang membuatnya semakin mencuri perhatian bukan hanya material yang digunakan, tetapi juga harga yang dipatok. Busana tersebut disebut dibanderol sekitar Rp151 juta.
Harga fantastis untuk sebuah material yang selama ini identik dengan kemasan dan barang sehari-hari itu sontak memicu perbincangan di media sosial.
Balenciaga dikenal dengan pendekatan desain yang kerap mengeksplorasi batas antara fashion, seni, dan kehidupan sehari-hari.
Dalam koleksi terbarunya, material kardus tidak sekadar digunakan sebagai elemen dekorasi. Material tersebut menjadi bagian utama dari tampilan busana.
Desainnya tetap membawa karakter Balenciaga, terutama melalui siluet oversized dan struktur pakaian yang tegas.
Permukaan busana dibuat dengan mempertahankan karakteristik material berbasis kertas, termasuk tekstur lipatan dan serat yang terlihat pada permukaannya.
Logo Balenciaga juga ditempatkan secara mencolok sehingga identitas rumah mode tersebut tetap menjadi bagian penting dari desain.
Kehadiran busana berbahan kardus dengan harga sekitar Rp151 juta tentu mengundang pertanyaan.
Bagaimana mungkin material yang relatif sederhana dapat memiliki nilai jual setinggi itu?
Perdebatan tersebut kemudian berkembang di media sosial dan komunitas fashion. Sebagian melihatnya sebagai bentuk kreativitas yang berani, sementara lainnya mempertanyakan hubungan antara material, fungsi, dan harga sebuah produk fashion.
Perbedaan respons tersebut justru menjadi bagian dari daya tarik koleksi ini.
Penggunaan kardus dalam produk fashion kelas atas juga dapat dibaca sebagai bentuk eksplorasi terhadap konsep nilai dalam industri mode.
Dalam pandangan sejumlah pengamat fashion, karya semacam ini dapat menjadi bentuk kritik atau satire terhadap cara sebuah produk memperoleh nilai di pasar.
Nilai sebuah barang mewah tidak selalu ditentukan oleh bahan bakunya. Nama besar rumah mode, desain, eksklusivitas, serta cerita yang dibangun di sekitar produk juga dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap sebuah barang.
Dalam konteks tersebut, Balenciaga seolah mempertanyakan kembali batas antara barang biasa dan barang mewah.
Material yang dalam kehidupan sehari-hari dianggap sederhana dapat berubah menjadi objek fashion bernilai tinggi ketika ditempatkan dalam konteks desain dan label tertentu.
Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana industri fashion semakin sering mengeksplorasi material dan gagasan yang berada di luar pakem konvensional.
Bagi sebagian orang, pendekatan semacam ini mungkin terlihat absurd. Namun, bagi dunia mode, kontroversi justru dapat menjadi bagian dari sebuah karya.
Ketika sebuah produk berhasil membuat publik berhenti, melihat, kemudian memperdebatkannya, perhatian terhadap produk tersebut ikut meningkat.
Itulah yang kembali terjadi pada busana berbahan kardus Balenciaga.
Terlepas dari pro dan kontra mengenai harga maupun materialnya, koleksi tersebut menunjukkan bahwa dalam fashion kelas atas, sebuah produk tidak selalu hanya berbicara mengenai pakaian.
Ada desain, identitas merek, eksklusivitas, hingga narasi yang turut menentukan bagaimana sebuah benda dipersepsikan dan dihargai.













Leave a Reply